Wilayah Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa menyebabkan
iklim tropis yang dialami setiap tahun. Temperatur udara yang panas
membuat aktivitas manusia terganggu. Dewasa ini, penggunaan Air
Conditioner (AC) dinilai penting sebagai solusi untuk mengurangi rasa
panas. Air Conditioner (AC)
merupakan mesin pendingin yang mengeluarkan hawa dingin untuk menyejukkan suatu ruangan.
advertisements
Penggunaan
Air Conditioner (AC)yang dahulu hanya
digunakan di gedung gedung bertingkat, sekarang telah meluas ke gedung
perkantoran, pusat perbelanjaan, bahkan sampai ke rumah-rumah penduduk.
Kebutuhan akan alat penyejuk ruangan ini terus meningkat dari tahun ke
tahun. Masalah utama yang dihadapi adalah konsumen yang semakin
bertambah seiring dengan perkembangan teknologi
Air Conditioner,
tidak diimbangi dengan penyelidikan yang seharusnya lebih dahulu
dilakukan guna mendapatkan keterangan pemilihan dan pemasangan
Air Conditioner. Seringkali suatu ruangan yang telah dipasang
Air Conditioner,
tetapi suhu di ruangan itu terasa masih panas. Sebaliknya suhu ruangan
terasa sangat dingin sehingga orang yang melakukan aktivitas di dalamnya
merasa tidak nyaman. Oleh karena itu penyelidikan yang dilakukan
sebelum pemilihan dan pemasangan
Air Conditioner dimaksudkan untuk menentukan kapasitas
Air Conditioner yang tepat sesuai dengan kondisi di dalam ruangan yang akan didinginkan.
Dalam perhitungan beban ini banyak faktor yang dapat mempengaruhi
perhitungan, dengan perhitungan yang baik dan teliti maka dapat dilihat
ruang-ruang mana saja dalam pemasangan
Air Conditioner di
dalamnya sudah tepat atau belum tepat sehingga perbaikan dan penyesuaian
guna mendapatkan keadaan ruangan yang nyaman, dengan penggunaan energi
yang efisien bisa didapatkan.
Prinsip Kerja Air Conditioner (AC)
Prinsip kerja Air Conditioner dibagi dalam tiga bagian, yaitu : kerja
bahan pendingin, kerja aliran udara, dan kerja alat-alat listrik.
A. Kerja bahan pendingin
Kerja bahan pendingin dimulai dari kompresor yang merupakan komponen
yang paling utama untuk terjadinya pendinginan. Bahan pendingin gas
dengan suhu dan tekanan rendah dihisap oleh kompresor sehingga menjadi
bahan pendingin gas dengan suhu dan tekanan yang tinggi keluar melalui
saluran tekan dan masuk kedalam pipa kondensor bagian atas. Ketika di
kondensor, bahan pendingin mengalami kondensasi yaitu perubahan wujud
gas menjadi cair. Setelah bahan pendingin mengalami kondensasi, maka
bahan pendingin mengalir pada bagian bawah pipa kondensor yang mempunyai
suhu rendah tetapi tekanannya naik tinggi yang kemudian mengalir di
filter. Ketika di filter bahan pendingin disaring kadar air dan
kotorannya supaya tidak mengganggu sirkulasi bahan pendingin di sistem.
Bahan pendingin yang berwujud cair dan telah disaring, mengalir masuk
kedalam pipa kapiler. Bahan pendingin masuk kedalam evaporator yang
mana masuknya bahan pendingin diatur oleh pipa kapiler. Di evaporator,
bahan pendingin mengalami evaporasi yaitu perubahan wujud dari cair
menjadi gas dan disinilah tempat terjadinya pendinginan.
B. Kerja aliran udara.
Kerja aliran udara dibagi dalam dua bagian, yaitu :
1. Bagian
indoor atau bagian yang dingin
Kerja aliran udara di
indoor adalah mengambil udara panas yang
ada didalam ruangan dengan bantuan fan motor dan menyerap hawa panas
dengan bantuan evaporator serta menghembuskan udara yang sudah sejuk ke
ruangan.
2. Bagian
outdoor atau bagian yang panas
Kerja aliran udara di
outdoor adalah mengambil udara di sekitar
outdoor dengan bantuan fan motor untuk dihembuskan di kondensor dengan tujuan membantu proses kondensasi di kondensor.
Peralatan Pendukung Pada AC
Pada prinsipnya dibagi dalam dua bagian yaitu fan motor dan kompresor
motor dengan alat-alat pengaman dan pengaturnya. Kerja masing-masing
bagian alat-alat listrik dari RAC adalah sebagai berikut :
1. Fan motor
Pada umumnya fan motor mempunyai poros yang panjang pada kedua sisinya. Satu sisi untuk memutar daun kipas (
fan blade), pada bagian kondensor dan ujung poros yang lain untuk menggerakan roda blower pada bagian evaporator.
2. Pengatur suhu (
Temperature Control)
Berfungsi mengatur suhu di dalam kamar, mempunyai control bulb yang
ditempatkan pada aliran udara dingin dari kamar yang dihisap oleh
blower. Dapat menghentikan kompresor dengan memutuskan aliran listrik
dan menghubungkan kembali aliran listrik secara otomatis.
3. Kabel listrik
Kabel-kabel yang digunakan harus mempunyai luas penampang yang cukup
agar tidak menyebabkan penurunan tegangan dan menyebabkan kabel sendiri
menjadi panas.
4. Kapasitor
Run kapasitor berfungsi untuk membantu start dan memperbaiki faktor
kerja dari motor sehingga pemakaian arus turun. Start kapasitor
berfungsi membantu start, agar motor lebih cepat berputar.
5. Selector switch
Berfungsi menjalankan dan menghentikan fan motor saja atau fan motor dan kompresor bersama-sama.
6. Starting relay
Adalah suatu
switch yang bekerja otomatis berdasarkan magnet
yang dibangkitkan untuk melepaskan hubungan listrik dari start kapasitor
setelah motor hampir mencapai putaran penuh.
7. Overload motor protector
Melindungi motor dari arus yang terlalu tinggi dan panas kompresor yang melewati batas.
Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitas AC Ruangan
Banyak dari kita sering mengabaikan luas ruangan dengan tingkat
kebutuhan AC. Karena kita pikir tempatnya kecil, maka cukup hanya 1/2
PK, atau sebaliknya, karena tempatnya besar, maka kita kasih 2PK. Kita
pikir sudah lebih berhemat membeli satu AC dari pada 2 AC. Jangan sampai
AC yang kita beli terlalu besar alias pemborosan atau terlalu kecil
alias kurang dingin. Ada rumus sederhana yang bisa kita manfaatkan.
Rumusnya:
(L x W x H x I x E) / 60 = kebutuhan
BTU
L = Panjang Ruang (dalam feet)
W = Lebar Ruang (dalam feet)
I = Nilai 10 jika ruang berinsulasi (berada di lantai bawah, atau berhimpit dengan ruang lain)
Nilai 18 jika ruang tidak berinsulasi (di lantai atas).
H = Tinggi Ruang (dalam feet)
E = Nilai 16 jika dinding terpanjang menghadap utara; nilai 17 jika menghadap timur;
Nilai 18 jika menghadap selatan; dan nilai 20 jika menghadap barat.
1 Meter = 3,28 Feet
Kapasitas AC berdasarkan PK:
AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h
AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h
AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h
AC 1½ PK = ± 12.000 BTU/h
AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h
Contoh Perhitungan :
Ruang berukuran 5m x 5m atau (16 kaki x 16 kaki), tinggi ruangan 3m
(10 kaki) berinsulasi (berhimpit dg ruangan lain), dinding panjang
menghadap ke timur. Kebutuhan BTU = (16 x 16 x 10 x 10 x 17) / 60 =
7.253 BTU alias cukup dengan
AC¾ PK.
SUMBER : ILMUTEKNIKSIPIL.COM