SPESIFIKASI TIANG PANCANG BETON PRACETAK
UNTUK PONDASI JEMBATAN, UKURAN (30 x 30, 35 x 35, 40 x 40) CM2
PANJANG 10-20 METER DENGAN BAJA TULANGAN BJ 24 DAN BJ 40
BAB I
DESKRIPSI
1.1. Maksud dan Tujuan
1.1.1. Maksud
Spesifikasi tiang pancang beton pracetak ini dimaksudkan sebagi acuan dan
pegangan dalam membuat pondasi tiang pancang beton untuk pondasi jembatan di
laboratorium dan di lapangan.
1.1.2. Tujuan
Tujuan spesifikasi ini adalah untuk memudahkan bagi perencana dan pelaksana
pembangunan jembatan, sehingga tercapai efisiensi batas ultimit, dengan dengan
kekuatan beton sebesar 25 Mpa (K-250) serta tegangan leleh baja tulangan sebesar
400 Mpa (Bj-40)
1.2. Pengertian
Yang dimaksud dengan :
1)
Jembatan
adalah bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagai penghubung
dua ujung jalan yang terputus oleh sungai, saluran, lembah selat atau laut, jalan
raya, dan kereta api.
2)
Kepala jembatan
adalah bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua
ujung jembatan, berfungsi sebagai pemikul seluruh beban pada ujung luar batang,
pinggir dan gaya-gaya lainnya, serta melimpah ke pondasi.
3)
Pilar jembatan
adalah bangunan bawah yang terletak di antara kedua kepala
jembatan, berfungsi sebagai pemikul saluran beban pada ujung-ujung bentang dan
gaya-gaya lainnya, serta melimpahkannya ke pondasi.
4)
Pondasi jembatan
adalah bagian dari jembatan yang berfungsi memikul seluruh
beban yang bekerja pada pilar atau kepala jembatan dan gaya-gaya lainnya serta
melimpahkannya ke lapisan tanah pendukung.
5)
Pondasi tiang jembatan
adalah salah satu jenis pondasi yang untuk melimpahkan
seluruh beban pilar atau kepala jembatan dan gaya-gaya lainnya ke lapisan tanah
pendukung menggunkan konstruksi tiang, yang mempunyai ratio panjang dibagi
lebar atau diameter lebih besar dari 10
6)
Tiang pancang beton pracetak
adalah pondasi tiang beton yang dibuat dipabrik
atau dilokasi jembatan, mempunyai dimensi dan mutu tertentu yang pemasangan
dilakukan dengan alat penumbuk, atau alat penekan.
7)
Tiang pancang beton pracetak yang tidak disambung
adalh tiang yang untuk
mencapai kedalaman lapisan pendukung tanpa menggunakan konstruksi
sambungan tiang.
8)
Konstruksi sambungan tiang
adalah konstruksi untuk menghubungkan ujung-
ujung tiang yang akan disambung dan tiang penyambung, sehingga pertemuan
kedua ujung tiang tersebut bersifat monolit.